![]() |
| Ternyata, Pelatih Tetangga yang Beri Motivasi Zlatan Ibrahimovic |
Bintang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, mengakui selalu memperoleh motivasi dari seseorang pelatih. Bukanlah Jose Mourinho yang telah dikenalnya mulai sejak ia masih tetap di Inter Milan. Namun, nyatanya, pelatih club tetangga yang satu ini nih..
Ya, pelatih yang disadari Ibra masih tetap memotivasinya hingga sekarang ini, yaitu Pep Guardiola, bekas pelatihnya di Barcelona dahulu. Menurut bintang asal Swedia itu, apa yang disebutkan Guardiola waktu itu, masih tetap memotivasinya hingga sekarang ini.
Guadriola datangkan Ibra ke Camp Nou pada th. 2009 lantas dari Inter Milan. Waktu itu, Barcelona gelontorkan dana fresh 56 juta Poundsterling, plus Samuel Eto’o.
Tetapi, disebutkan Ibra, Guardiola pada akhirnya berhenti bicara kepadanya, waktu Ibra putuskan untuk tinggalkan Camp Nou satu tahun lalu, serta pindah ke AC Milan. Dalam otobiografinya di th. 2013 lantas Ibra juga menulis, Guardiola beli satu Ferrari namun mengendarainya seperti ia tengah mengemudikan satu mobil Fiat (perlahan sekali), sesaat Guardiola mengatakannya jadi ‘pengecut tidak bertulang’.
Namun, menurut bintang Old Trafford itu, kalimat tidak mengenakkan yang dilontarkan Guardiola yang saat ini melatih di club tetangga MU, Manchester City, itu selalu memotivasinya hingga sekarang ini.
“Saya belajar banyak dari Barcelona, didalam serta luar lapangan mereka. Saya belajar kalau dalam sepak bola, kondisi apa pun dapat beralih dalam 24 jam, ” tutur Ibrahimovic pada Sky Italia.
“Tapi, problemnya bukanlah pada saya, problemnya ada pada dia (Guardiola) serta dia tidak sempat ingin mengaku. Saya tidak paham ada problem apa saya dengannya, ” imbuhnya.
“Sebelum (saya gabung Barca), dia menelepon saya sehari-hari, lantas mendadak kondisi beralih. Itu suatu hal yang buat saya, berikan saya suntikan adrenalin serta motivasi lebih. Normal saja, sesudah apa yang berlangsung, ” tutur bekas penyerang PSG ini.
Terima perlakuan tidak mengenakkan dari Guardiola saat itu, menurut Ibra, tetaplah membuatnya dapat ambil bagian positif dari keadaan itu. “Saya dapat ambil positifnya, serta bukanlah yang negatifnya. Itu suatu hal yang membuat perlindungan pemikiran saya. Itu saat lantas, serta saya seorang yang lihat ke depan, serta hari esok yang berada di depan saya, ” tandasnya.
